Dialog Inklusif: Dari Kebenaran Subjektif Menuju Kebenaran Objektif (Tinjauan Semiotik-Hermeneutik Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 30-33)

  • Muhammad War'i Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darussalimin NW
Keywords: Dialog inklusif, Kebenaran objektif, Semiotik-Hermeneutik

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang dialog inklusif dalam al-Quran. Kebutuhan untuk mengetahui hal tersebut sangat mendesak terutama dalam situasi sosial belakangan yang serba timpang. Penelitian terfokus pada analisis surat al-Baqarah ayat 30-33, dengan melihat aspek linguistik, isi dan interpretasinya. Melalui pendekatan Semiotik-Hermeneutik, dapat disimpulkan prinsip-prinsip komunikasi dialogis, yaitu: upaya memulai suatu dialog, adanya sikap terbuka dalam memahami lawan dialog, adanya kepercayaan (trust) antar pelaku dialog, rasionalisasi atas argumentasi yang diungkapkan, tidak simplikatif, saling menghargai pendapat, dan tentunya ada sikap kritis dalam menanggapi wacana yang digulirkan. Berbagai temuan tersebut pada prinsipnya merupakan komponen-komponen yang mesti ada dalam membangun dialog yang terbuka (inklusif). Hakikat dari melakukan dialog inklusif adalah menggeser paradigma dari kebenaran subjektif menuju kebenaran objektif. Proses komunikasi yang mengedepankan kebenaran objektif akan meminimalisir konflik argumentatif terutama dalam dunia maya (cyber space) seperti nyinyir, bulying dan debat kusir. Dialog inklusif adalah cara untuk melihat perbedaan bukan sebagai pemicu konflik tetapi alat untuk saling memahami dan mendorong untuk menuju kebenaran objektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Amin. Islamic Studis di Perguruan Tinggi Pendekatan Integratif-Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012
Amin Al-Khuli. Manâhij Tajdîd fi Nahw wa al-Balâghah wa al-Tafsîr wa al-Adab. Cairo: Dâr al-Ma'ârif, 1961
Ahmad Ad-Damanhury. Iydahul Mubham min Ma’anis Silmi fil Manthiq. Surabaya: Toko Kitab Alhidayah, tanpa tahun
Chaer, Abdul. Linguistik Umum. Jakarta: Rieneka Cipta, 2012
Dialogue Institute. Dialogue Prinsiples. Melalui situs: http://dialogueinstitute.org/dialogue-principles/. Akses tanggal 5 Desember 2018
El-Fadl, Khaled Abou. Atas Nama Tuhan, dari Fikih Otoriter ke Fikih Otoritatif. Jakarta: Serambi, 2004
Ganelleous, Rene. Exploring Ricoeur’s Hermeneutic Theory of Interpretation as a Method of Analysing Research Texts. Nepean: School of Health and Nursing UWS, 2000
Ibnu Katsir. Tafsiru Ibni Katsir. Semarang: Karya Toha Putra, tanpa tahun
Imron, Ali. Kisah Nabi Yusuf dalam Al-Quran : Kajian Semiotika. Tesis. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2010
Johannesen, Richald L. “The Emerging Concept of Communication as Dialogue” dalam The Quartelly Jurnal of Speech. Vol. LVII , Nomor. 4 Desember, 1971
Lisnawati dan Abdussalam. Konsep Khalīfah dalam Al-Quran dan Implikasinya terhadap Tujuan Pendidikan Islam. Melaui situs: http://ejournal.upi.edu/index.php/tarbawy/article. Akses tanggal 2 Desember 2018
Mushadiq, M. Agus. Perilaku Patologis Pada Kisah Nabi Musa dan ‘Abd dalam Alquran: Telaah Epistemologi Al-Jâbirî dan Semiotika Peirce. Jurnal Ulul Albab, Vol. 19 Januari, 2018
Nugroho, Panji. Karakteristik Manusia Berdasarkan Kisah Awal Penciptaan (Q.S. 2: 30-39) melalui situs: akademia.edu. akses tanggal 20 November 2018
Pradopo, Ahmad Djoko. Prinsip-Prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2011
Piliang, Yasraf Amir. Semiotika dan Hipersemiotika: Kode, Gaya dan Matinya Makna. Bandung: Matahari, 2012
Rahmat, Munawar. Implementasi Metode Tematik Al-Quran untuk Memahami Makna Beriman kepada Para Malaikat. (Bahan Kuliah Pendidikan Agama Islam pada Jurusan MKDU FPIPS UPI, 2009), melalui situs: jurnal.upi.edu/file/05_Implementasi_Metode_Tematik_Al_Quran_-_Munawar.pdf. akses tanggal, 5 Desember 2018
Rosenthal, Sandra B.. Charles Peirce’s Pragmatic Pluralism. New York: State University of New York Press, 1994.
Thahir, M. Penafsiran Ayat Al-Qur'an Tentang Khilafah (Kajian Perbandingan Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Sihab dan Al-Azhar Karya Abdul Karim Amrullah [Hamka]. Melalui situs: ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/sumbula/article/view/3215. Akses tanggal 3 Desember 2018
Rusmana, Dadan. Tokoh dan Pemikiran Semiotik dari Semiotik Struktural hingga Dekonstruksi. Bandung, Tazkiya Press, 2005
Scribd.com. Surat Al-Baqarah Ayat 30. Via htttp//www.scribd.com. akses tanggal 21 November 2018
Shihab, M. Quraish. Kaidah Tafsir. Tangerang: Lentera Ilmu, 2015
Sobur, Alex. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009
Suazo, Ruby. Ricoeur’s Hermeneutic as Appropriation: A Way of Understanding One Self In Front of the Text. San Carlos: Department of Philosophy University of San Carlos. Tanpa tahun
Raharjo, Mudjia. Hermeneutika Gadamerian Kuasa Bahasa dalam Wacana Politik Gusdur. Malang: UIN Malang Press, 2010
Sumaryono, E.. Hermeneutik Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta: Kanisius, 1999
Suyuthi dan Mahalli. Tafsiru Jalalain. Surabaya: Darun Nashri Al-mishriyah, tanpa tahun
War’i, Muhammad. Kekang Subaltren dalam Negasi Media tentang Syiah Kajian Cybersemiotic Tulisan-Tulisan Anti Syiah di Media Sosial Indonesia. Jakarta: Kementrian Agama (Jurnal Dialog, Vol. 9, Juni), 2016
Published
2020-02-12
Section
Articles