GEJALA INTOLERANSI BERAGAMA DI KALANGAN PESERTA DIDIK DAN UPAYA ENANGGULANGANNYA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH

  • Qowaid Qowaid Peneliti Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Jl. M.H. Thamrin No. 6 Jakarta pusat
DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v36i1.82 | Abstract views: 1382
PDF-INDONESIAN Downloads: 965
Keywords: Teleransi beragama, peserta didik, profesionalitas guru, Penddikan Agama Islam

Abstract

Toleransi beragama merupakan elemen dasar yang dibutuhkan untuk menumbuhkembangkan sikap saling memahami dan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia. Peserta didik memiliki  posisi penting dan potensi besar dalam menciptakan toleransi beragama. Oleh karena itu, timbul pertanyaan seperti apakah tingkat toleransi peserta didik sekolah lanjutan tingkat atas saat ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk  mengetahui tingkat toleransi peserta didik sekolah lanjutan tingkat atas di Pulau Jawa dan Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sikap keberagamaan peserta didik muslim sekolah lanjutan tingkat atas  adalah moderat dan cukup toleran, meski juga terlihat munculnya kecenderungan atau gejala sikap intoleran. Intoleransi tersebut berkorelasi dengan faktor internal dan eksternal kegidupan peserta didik. Oleh karena itu diperlukan upaya agar sikap toleran peserta didik semakin meningkat, dan sikap intoleran semakin mengecil, antara lain melalui Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Di antaranya adalah melalui penguatan isi/materi pelajaran yang menekankan faham keagamaan yang moderat, peningkatan profesionalitas guru Pendidikan Agama Islam, media pembelajarannya, dan penilaian hasil belajar peserta didik, peningkatan motivasi dan komitmen untuk menjadi guru yang profesional.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2013-08-31