Moderasi Beragama Pesantren: Jaringan dan Paham Keagamaan As’Adiyah, Darul Da’Wah Wal Irsyad, dan Nahdlatul Ulum Sulawesi Selatan

Authors

  • Muhammad Alwi HS STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta, Indonesia
  • Iin Parninsih UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Nahla Fakhriyah Alwi UIN Alauddin Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47655/dialog.v45i1.581

Keywords:

As’adiyah, DDI, Nahdlatul Ulum, moderasi beragama, jaringan pesantren

Abstract

Kajian ini merespon temuan BNPT yang menyebutkan adanya pesantren yang disinyalir terafiliasi paham terorisme dan radikalisme. Kajian ini berfokus pada pesantren As’adiyah, Darul Da’wah wal Irsyad (DDI), dan Nahdlatul Ulum, terutama dari sisi jaringan dan model beragamanya sebagai basis moderasi beragama. Pertanyaan kajian ini adalah bagaimana jaringan dan model beragama pesantren As’adiyah, DDI, dan Nahdlatul Ulum Sulawesi Selatan serta relasi ketiganya dalam moderasi beragama? Kajian ini merupakan penelitian pustaka dan lapangan sekaligus.  Kajian pustaka diarahkan untuk menelusuri sisi historis tiga pesantren tersebut terkait jaringan dan model beragamanya, sementara kajian lapangan diarahkan untuk mengungkap kebertahanan jaringan dan model beragamanya. Kajian ini menyimpulkan bahwa dari sisi jaringan, tiga pesantren tersebut saling mempengaruhi hingga berpangkal pada pengaruh tradisi pendidikan Islam dari Mekkah dan Jawa. Dari sisi model beragama, tiga pesantren tersebut menunjukkan upaya penerapan dan penyebaran paham moderasi beragama pada konteksnya masing-masing, yang terlihat sejak awal didirikannya yang didukung oleh pemerintah setempat, visi misinya yang memperbaiki akhlak dan intelektual umat, materi-materi kitab yang diajarkan, hingga pandangan para alumninya. Karena itu, perhatian sekaligus penguatan jaringan pesantren yang memiliki model beragama moderat perlu terus dilakukan, terutama dalam rangka menghindari masuknya paham radikalisme dan terorisme ke lembaga pesantren.

Kata Kunci: As’adiyah, DDI, Nahdlatul Ulum, moderasi beragama, jaringan pesantren

 

This study responds to the findings of the BNPT which states that there are pesantrens that are suspected to be affiliated with terrorism and radicalism. This study focuses on pesantrens of As'adiyah, Darul Da'wah wal Irsyad (DDI) and Nahdlatul Ulum, especially in terms of their religious networks and models as the basis for religious moderation. The question of this study is how are the networks and religious models of As'adiyah, DDI and Nahdlatul Ulum, and the relationship between the three in religious moderation? This study is both library and field research. The literature review is directed to explore the historical side of the three pesantren related to their networks and religious models, while field studies are directed to reveal the persistence of their networks and religious models. From this, this study concludes that the network of the three pesantren was influenced by the intellectual traditions of Mecca and Java. Even though all three have different religious models, all three show religious moderation. This can be seen from the beginning of its establishment which was supported by local government, its vision-mission to improve the morals and intellectuals of the people (umat), kitab materials taught, to the views of each alumni. Therefore, it is necessary to continue to pay attention to as well as strengthen the pesantren network that has a moderate religious model, especially in order to avoid the entry of radicalism and terrorism into Islamic boarding schools.

Keywords: As’adiyah, DDI, Nahdlatul Ulum, religious moderation, pesantren network

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-06-29

How to Cite

HS, M. A., Parninsih, I., & Alwi, N. F. (2022). Moderasi Beragama Pesantren: Jaringan dan Paham Keagamaan As’Adiyah, Darul Da’Wah Wal Irsyad, dan Nahdlatul Ulum Sulawesi Selatan. Dialog, 45(1), 41–56. https://doi.org/10.47655/dialog.v45i1.581

Issue

Section

Articles