The Views of Contemporer Mut'ah Marriage among Yogyakarta Shi’ite Leaders

Pandangan Tokoh Syiah Yogyakarta tentang Nikah Mut’ah dan Implementasinya di Era Kontemporer

  • Muhammad Muhajir Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
  • Muhammad Fadli Kamil Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v44i2.478 | Abstract views: 133
PDF Downloads: 196
Keywords: mut'ah marriage, Islamic law, Yogyakarta Shia leaders

Abstract

This paper explicates the views of Shia leaders in Rausyan Fikr Foundation Yogyakarta on mut'ah marriage. There have been various views related to mut'ah marriage law by Rausyan Fikr leaders. On one side, Shi’ite school of thought is hitherto the only proponent to the mut'ah marriage. This research is descriptive-analytic study using normative approaches by examining the views of Yogyakarta Shi’ite leaders in justifying the marriage using Islamic law including the Qur'an, Hadith, and Fiqh principles or ushuliyyah. The study finds that there are three opinions among Shi’ite leaders in Yogyakarta; 1) Some leaders strictly prohibit due to the differences in places and conditions between Indonesia and Iran, 2)Some of them allow it with the condition that marriage must be conducted with fellow Shi’ite, 3) Some believe it is allowed according the Ja'fari school of thought without considering conditions and places. Despite the differences of views among Yogyakarta Shia leaders, these differences can be compromised by seeing that mut'ah marriage is unacceptable under normal circumstances, but in an emergency situation, it can certainly be justifiable by considering its maslahat (benefit) or mudarat (danger).

Keywords: mut'ah marriage, Islamic law, Yogyakarta Shia leaders

 

Tulisan ini membahas tentang nikah mut’ah dan penerapannya dalam pandangan tokoh Syiah di Yayasan Rausyan Fikr Yogyakarta. Diketahui bahwa terjadi perbedaan pandangan terkait hukum nikah mut’ah oleh para tokoh Rausyan Fikr. Di sisi lain, kita ketahui bahwa mazhab Syiah adalah satu-satunya mazhab yang konsisten dengan argumentasi bahwa nikah mut’ah tetap berlaku hingga akhir zaman. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) bersifat deskriptif-analitik dengan menggunakan pendekatan normatif dengan mengkaji pandangan para tokoh Syiah Yogyakarta menggunakan hukum Islam secara mayoritas meliputi al-Qur’an, Hadis dan kaidah-kaidah fiqhiyyah ataupun ushuliyyah. Hasil penelitian ini adalah terdapat tiga pendapat dari tokoh Syiah di Yogyakarta; yaitu 1) melarang secara mutlak dengan alasan perbedaan tempat dan kondisi antara Indonesia dan Iran, 2) membolehkan dengan syarat pernikahan harus dilakukan dengan sesama penganut Syiah, 3) membolehkan secara mutlak berlandasan pada fikih mazhab Syiah Ja’fari tanpa mempertimbangkan perbedaan kondisi dan tempat. Terlepas perbedaan pandangan di kalangan tokoh Syiah Yogyakarta, perbedaan tersebut dapat dikompromikan dengan melihat bahwa nikah mut'ah tidak dapat diterima dalam keadaan normal, namun dalam keadaan darurat tentu dapat dipertimbangkan dan dilihat mana lebih besar maslahat dan mudaratnya.

Kata Kunci: nikah mut’ah, hukum Islam, tokoh Syiah Yogyakarta

Downloads

Download data is not yet available.

References

‘Abdirrazzaq, A. H. U. bin K. bin. (2010). Panduan Lengkap Nikah dari “A” sampai “Z.” Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir.

Abd al-Rahman Jalal Al-Din Al-Suyuti. (1983). Al-Dur Al-Masur fi Tafsir Al-Ma’tsur (Jilid II). Beirut: Dar al-Fikr.

Abdullah, R. (2015). Sultan Fattah: raja Islam pertama penakluk Tanah Jawa, 1482-1518 M. Solo: Al-Wafi Publishing.

Abi Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-mughirah Bardizbah Al-Bukhari. (n.d.). Shahih Bukhari (Jilid 3). Beirut: Dar al-Kutub al-`Ilmiyah.

Abu Ja’far Muhammad bin Jarir al-Tabariy. (1954). Jami’ al-Bayan an-Ta’wil Alquran (Juz 4). Mesir: Syirkah Maktabah wa Matba’ah Mustafa al-Babiy al-Halabiy wa Awladuhu.

Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub al-Kulainiy. (1985). Furu’ Al-Kafiy (Juz V). Beirut: Dar al-Adwa.

Aceh, A. (1985). Sekitar Masuknya Islam ke Indonesia (Cet 4). Solo: CV. Rahamadhani.

Agus. (2008). Interaksi Sosial Masyarakat Syi’ah-Sunni Di Tengah Pluralitas Keberagaman (Studi Kasus Terhadap Interaksi Sosial Syi’ah-Sunni Di Kabupaten Sleman). UIN Sunan Kalijaga.

Al-Hajjaj, A. al-H. M. bin. (n.d.). Shahih Muslim (Jilid 2). Beirut: Dar al-Kutub al-`Ilmiyah.

al-Musawi, S. (2002). Isu-Isu Penting Ikhtilaf Sunnah Shi’ah Terj. Dalam Mukhlis BA dari judul asli Al-Fushul al-Muhimmah fi Ta’if al-Ummah. Bandung: Mizan.

Al-Musayyar, S. A. (2008). Fiqh Cinta Kasih. Dalam Rahasia Kebahagiaan Rumah Tangga. Jakarta: Erlangga.

Al-Qardhawi, Y. (1993). Keluasan dan keluwesan Hukum Islam terj. Said Agil Husin al-Munawwar. Semarang: Dina Utama.

Al-Qazwini, A.-M. A. A. M. (n.d.). Sunan Ibnu Majah (Jilid 2; Muhammad Hasan Nasar, Ed.). Beirut: Dar al-Kutub al-`Ilmiyah.

Al-Syaukani. (1961). al-Nail al-Autar (Ce. 3). Mesir: Al-Halabi.

Ali, M. (2016). Hukum Nikah Mut’ah dan Hubungannya dengan Pembentukan Keluarga Sakinah (Studi Keluarga Sakinah Model Kementerian Agama). Risalah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 3(1), 30–41. https://doi.org/https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v3i1.23

Amir, S. (2014). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia (Cet V). Jakarta: Kencana.

Ansori. (2005). Syiah di Kabupaten Sleman. UIN Sunan Kalijaga.

Arifin, A. (2016). Menikah Untuk Bahagia (Edisi Terbaru). Jakarta: Elex Media Komputindo.

Atjeh, A. (1977). Aliran Syi’ah di Nusantara. Jakarta: Islamic Research Institute.

Az-Zuhaili, W. (2011). Fikih Islam wa adillatuhu, terj. Dalam Abdul Hayyie al-Kattani, dkk. (Vol. 9). Jakarta: Gema Insani.

Azra, A. (1995). Syiah di Indonesia: Antara Mitos dan Realitas. Ulumul Qur’an: Jurnal Ilmu Dan Kebudayaan, 6(4), 4–19.

Djazuli, A. (2006). Kaidah-Kaidah Fikih: Kaidah-Kaidah Hukum Islam dalam Masalah-Masalah yang Praktis. Jakarta: Kencana.

Emilia Renita AZ. (2013). 40 Masalah Syiah. Dalam J. Rakhmat (Ed.), Arbaun Syubhat Hawla Al-Syiah. IJABI.

Hamdi, A. Z. (2012). Klaim Religious Authority Dalam Konflik Sunni-Syi’i Sampang Madura. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 6(2), 215–231. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/islamica.2012.6.2.215-231

Hasim, M. (2012). Syiah: Sejarah Timbul dan Perkembangannya di Indonesia. Harmoni, 11(4), 22–33. Retrieved from https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/253

Humaini. (2019). Konflik Sunni-Syiah di Timur Tengah Persepktif Geopolitik dan Dampaknya Terhadap Hubungan Sunni-Syiah di Indonesia. Jurnal CMES, 12(2), 156–169. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/cmes.12.2.37890

Ibn Hajar al-Asqalani. (n.d.). Bulugh al-Maram. Mesir: Al-Maktabah al-Tijariyah al-Kubra.

Idris, Lutfiah, & Ahmadi. (2020). Wacana Nikah Mut’ah Dalam Al-Mizan Fi Tafsir Alquran Karya Al-Tabatabai. Mukammil: Jurnal Kajian Keislaman, 3(2), 172–194. Retrieved from http://ejournal.alkhoziny.ac.id/index.php/mukammil/article/view/106

Ja’far Murtadha Al-Amili. (1992). Nikah Mut’ah Dalam Islam, alih bahasa Abu Muhammad Jawad. Jakarta: Yayasan As-Sajjad.

Jamaluddin, Y. (2020). Nikah Mut’ah Perspektif Tafsir Nuzuli Al-Jabiri. AL-WAJID: JURNAL ILMU AL-QURAN DAN TAFSIR, 1(1). Retrieved from https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/alwajid/article/view/810

Maghfiroh, N., Heniyatun, H., & Sulistyaningsih, P. (2016). Akibat Hukum Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak) dan Pencegahannya. Kudus: LPPM STIKES Muhammadiyah Kudus.

Muhammad Husain Ali Kasyif al-Gita. (n.d.). Asl al-Syi’ah wa Ushuluha. Maktabah al-Tsaqafah al-Islamiyyah.

Muhammad Husain At-Tabatabai. (1972). Al-Mīzān Fi Tafsīr Alquran (Jilid 4). Beirut: Mu’assah Al-A’lami Lilmaṭbū’at.

Muhammad Husain T. (2013). Mazhab Kelima: Sejarah, Ajaran, dan Perkembangannya, Alih Bahasa Ali Yahya. Jakarta: Nur Al-Huda.

Munawwir, W. (1997). Ahmad, Al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka Progressif.

Murata, S. (2001). Lebih Jelas Tentang Mut’ah: Perdebatan Sunny dan Syiah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Noor, Z. (2014). “Isteri Sementara”: Perselisihan Pendapat Ulama Mengenai Nikah Mut’ah dalam Mazhab Sunni dan Syiah. Jurnal Fiqh, 11, 141–174. https://doi.org/https://doi.org/10.22452/fiqh.vol11no1.7

Pierewan, A. C. (2007). Syi’ah dan Perubahan Sosial. DIMENSIA: Jurnal Kajian Sosiologi, 1(1), 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/dimensia.v1i1.3392

Profil Rausyan Fikr Institute. (n.d.). Retrieved April 17, 2019, from www.rausyanfikr.org/2013/09/profil-rausyanfikr-institute.html

Rahmat, J. (2000). Dikotomi Sunni-Syi’ah Tidak Relevan Lagi. Dalam Syi ’ah dan Politik di Indonesia: Sebuah Penelitian. Bandung: Mizan.

Ruane, J. M. (2013). Dasar-Dasar Metode Penelitian: Panduan Riset Ilmu Sosial. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Subhan. (2018). Dialektika Sunni dan Syiah Melacak Argumentasi Hukum Nikah Mut’ah. AT-TURAS: Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 1–20. https://doi.org/https://doi.org/10.33650/at-turas.v5i1.321

Syafi’i bin Idris. (2010). Ringkasan Kitab al-Umm, penerjemah Imron Rosadi Amiruddin, Imam Awaluddin. Jakarta: Pustaka Azzam.

Widji, S. (1995). Mengislamkan Tanah Jawa: Telaah atas Metode Dakwah Walisongo.

Published
2021-12-28
Section
Articles