Implementation of Unschooling Education Model As An Effort to Develop Tolerance Values

Implementasi Model Pendidikan Unschooling Sebagai Upaya Dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Toleransi

  • Sisilia Ayu Sulistyani Universitas Pendidikan Indonesia
DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v44i2.459 | Abstract views: 87
PDF Downloads: 106
Keywords: character education, tolerance values, unschooling education model

Abstract

Humans have the ability to immerse into different levels of society. Due to the importance of tolerance values ​​in this life, character education embodying tolerance values ​​should be taught as early as possible. Home is the first school for children to understand tolerance values. However, how to teach the values ​​of tolerance certainly requires an in-depth study. Related to this, there is an educational model that develops tolerance values, namely the unschooling education model. This is a type of the homeschooling education where children are facilitated according to their learning needs at home. Parents and adults who live with the children play as facilitators of learning, for the children do not receive education like that of formal schools. Triangulation methods are used, namely comparing sources and theories, checking the data obtained from the fieldwork, namely secondary data collection and interviews. The results of the study show that children start to learn since they were born. The adults around the children need to continue learning because children are not only the recipients of knowledge. Therefore, unschooling education model is perceived of instrumental in the internalization of tolerance values ​​in children from the early age.

Keywords: character education, tolerance values, unschooling education model

 

Manusia sebagai makhluk sosial tentunya harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi di berbagai lapisan masyarakat. Berbekal internalisasi nilai-nilai toleransi dalam diri setiap insan, pendidikan karakter terkait dengan nilai-nilai toleransi sebaiknya diajarkan sedini mungkin. Rumah sebagai sekolah dan madrasah pertama bagi anak merupakan sarana dan katalisator pengembangan nilai-nilai toleransi. Akan tetapi, bagaimana cara untuk mengajarkan nilai-nilai toleransi tersebut tentunya memerlukan sebuah kajian mendalam. Terkait dengan hal tersebut terdapat sebuah model pendidikan yang dapat diterapkan sebagai upaya pengembangan nilai-nilai toleransi yaitu model pendidikan unschooling. Model pendidikan unschooling sebagai variasi dari model pendidikan homeschooling, dimana anak difasilitasi sesuai dengan kebutuhan belajarnya di rumah dan orang tua atau orang dewasa yang tinggal bersama anak, merekalah fasilitator anak dalam belajar serta anak tidak mengenyam pendidikan seperti sistem pembelajaran di sekolah formal. Kajian dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif melalui penggunaan metode triangulasi, yaitu membandingkan sumber dan teori, melakukan pengecekan data-data yang diperoleh dari dua teknik pengumpulan data yaitu pengumpulan data sekunder dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak dini di lingkungan pertama anak terlahir adalah garis awal kita sebagai fitrah dari Allah Swt untuk belajar. Orang dewasa di sekitar anak sebagai pembimbing pertama bagi anak perlu untuk terus belajar, karena tidak hanya anak sebagai penerima ilmu. Oleh sebab itu, implementasi model pendidikan unschooling efektif dan efisien dalam menjembatani internalisasi nilai-nilai toleransi pada anak sejak dini.

Kata Kunci: pendidikan karakter, nilai-nilai toleransi, model pendidikan unschooling

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almutairi, B. A., Alraggad, M. A., & Khasawneh, M. (2020). The impact of Servant Leadership on Organizational Trust: The Mediating Role of Organizational Culture. European Scientific Journal ESJ, 16(16), 1–10. https://doi.org/10.19044/esj.2020.v16n16p49

Anwas, O. M. (2011). Lingkungan sebagai Media Pembelajaran dan Pengaruhnya terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 17(3), 283. https://doi.org/10.24832/jpnk.v17i3.24

Azoulay, A. (2017). International Day for Tolerance - 16 November 2017. UNESCO. http://www.unesco.org/new/en/unesco/events/prizes-and-celebrations/celebrations/international-day-for-tolerance/

Beard, J. R., & Beard, C. (1968). Cassel’s Latin Dictionary: Latin-English, English-Latin.

Ceadel, M. (1983). HAND BOOK OF PEACE AND CONFLICT STUDIES. Dalam Studies in Church History (Vol. 20). https://doi.org/10.1017/s0424208400007403

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2008). Facilitating optimal motivation and psychological well-being across life’s domains. Canadian Psychology, 49(1), 14–23. https://doi.org/10.1037/0708-5591.49.1.14

Eleesha Lockett, M. (2019). What Is Unschooling and Why Do Parents Consider It? Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/unschooling

Gray, P. & G. R. (2013). The Challenges and Benefits of Unschooling, According to 232 Families Who Have Chosen that Route. Journal of Unschooling & Alternative Learning, 7(14), 1–27. https://acces.bibl.ulaval.ca/login?url=https://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=eue&AN=91024647〈=fr&site=ehost-live

Hadisaputra, P. (2020). Implementasi Pendidikan Toleransi di Indonesia. Dialog, 43(1), 75–88. https://doi.org/10.47655/dialog.v43i1.355

Holt, J. (1967). How children fail. Pitman Publishing Company.

Indonesia, P. R. (2003). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL (Patent No. 20). file:///E:/C&R/JURNAL HARMONI/Sumber Data/UU Nomor 20 Tahun 2003.pdf

Keifer, G., & Effenberger, F. (1967). Unschooling: Education Outside the Box. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.

Marhayati, N., Chandra, P., & Fransisca, M. (2020). Pendekatan Kognitif Sosial pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. DAYAH: Journal of Islamic Education, 3(2), 250. https://doi.org/10.22373/jie.v3i2.7121

Nurihsan, Y. S. dan A. J. (2009). Landasan dan Bimbingan Konseling. PT Remaja Rosdakarya.

Nurwati, A. (2014). Penilaian Ranah Psikomotorik Siswa Dalam Pelajaran Bahasa. Edukasia : Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9(2), 385–400. https://doi.org/10.21043/edukasia.v9i2.781

Nuswantari, N. (2018). Model pembelajaran nilai-nilai toleransi untuk anak sekolah dasar. Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 8(1), 41. https://doi.org/10.25273/pe.v8i1.2255

Rahmah, A., Nur, L., Kastrena, E., Istiqomah, A., & City, T. (2019). Peningkatan Kemampuan Gerak Manipulatif. 9, 48–65.

Riley, G. (2018). UNSCHOOLING : A DIRECT EDUCATIONAL APPLICATION OF DECI AND RYAN ’ S ( 1985 ) SELF DETERMINATION THEORY AND COGNITIVE EVALUATION UNSCHOOLING : A DIRECT EDUCATIONAL APPLICATION OF DECI AND RYAN ’ S ( 1985 ) SELF DETERMINATION THEORY AND. March. https://doi.org/10.5281/zenodo.1193960

Si Kecil Peniru Alami. (2021). https://www.ibudanbalita.com/artikel/si-kecil-peniru-alami?page=2

Syah, M. (2012). Psikologi Belajar. Rajawali Pers.

Tillman, D. (2001). Living Values Activities for Children Ages 8-14.

Tillman, D. (2004). Living values activities for children ages 8-14 (terjemahan Adi respati dkk) (Educationa).

Wheatley, K. F. (2009). Unschooling: An Oasis for Development and Democracy. Education for Meaning and Social Justice, 2.

Yuslaini. (2018). PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG.

Zulfi, N., Islam, U., Sunan, N., Surabaya, A., Tarbiyah, F., Keguruan, D. A. N., Pendidikan, J., Dan, M., Studi, P., & Matematika, P. (2018). Profil penyebab beban kognitif siswa dalam pembelajaran matematika ditinjau dari kemampuan awal siswa.

Published
2021-12-28
Section
Articles