Philosophy of Ayam Jago: Researching The Values of Character Education in Customary Perbayo Sungai Tutung Village, Kerinci District

Filosofi Ayam Jago: Menelisik Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Perbayo Adat Desa Sungai Tutung Kabupaten Kerinci

  • Muhamad Yusuf Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Nuzul Iskandar Institut Agama Islam Negeri Kerinci
  • Doli Witro UIN Sunan Gunung Djati Bandung https://orcid.org/0000-0003-3332-2252
  • Ogi Sandria Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sakti Alam Kerinci
DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v44i1.431 | Abstract views: 103
PDF Downloads: 70
Keywords: pendidikan karakter, perbayo adat, kepemimpinan, analogi ayam jago

Abstract

Perbayo is a speech delivered at the coronation ceremony of a local village leader that embraces three aspects, namely: the creation of human, the Kerinci’s natural history, and the leadership. As for the third aspect, the values are often analogous to a rooster having six characters: 1) langsing kokok (good crow); 2) sibar ekor (beautiful tail); 3) kembang sayap (wide wings); 4) besar paruh (big beak); 5) lebar dada (big chest); and 6) runcing taji (sharp spur). The six characters are metaphors of the values that a leader of Sungai Tutung Village must have. This study aims to explore the practice of character education among the people of Sungai Tutung Village. Using a semi-ethnographic design, this study found: firstly, the rooster’s six characters symbolize leadership values that have been preserved from generation to generation among the customary leaders of Sungai Tutung Village; secondly, the analogy of the rooster is maintained because apart from being easy to remember, it symbolizes courage, dignity, wisdom, and responsibility.

Perbayo merupakan pidato saat penobatan pemuka adat desa yang memiliki penekanan pada tiga aspek, yaitu penciptaan manusia, sejarah alam Kerinci, dan kepemimpinan. Pada aspek ketiga, nilai-nilainya seringkali dianalogikan dengan ayam jago yang memiliki enam karakter: 1) langsing kokok; 2) sibar ekor; 3) kembang sayap; 4) besar paruh; 5) lebar dada; dan 6) runcing taji. Keenam karakter tersebut adalah metafor dari nilai-nilai yang mesti hidup dan tumbuh dalam individu pemuka adat di Desa Sungai Tutung. Artikel ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam Perbayo Adat Desa Sungai Tutung. Dengan menggunakan desain semi etnografi, studi ini menemukan: pertama, enam karakter ayam jago merupakan nilai-nilai kepemimpinan yang dilestarikan secara turun-temurun oleh pemuka adat Desa Sungai Tutung; kedua, analogi ayam jago dipertahankan karena selain gampang diingat dan disebut, ayam jago menyimbolkan keberanian, kewibawaan, kebijaksanaan, dan bertanggungjawab.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, M. (2017). Peran Guru Dalam Menanamkan Nilai Kejujuran Pada Lembaga Pendidikan. Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 1(1), 105–124. https://doi.org/10.29240/jsmp.v1i1.222

Amin, S. M. (2016). Ilmu Akhlak. Jakarta: Amzah.

Aziz, H. A. (2012). Karakter Guru Profesional; Melahirkan Murid Unggul Menjawab Tantangan Masa Depan. Jakarta: al-Mawardi Prima.

Baisuki, A., & Ta’rif. (2017). Penanaman Karakter Moderat Di Ma’had Aly Situbondo. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 15(3), 459–470. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v15i3.456

Bisri. (2009). Akhlak. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Agama RI.

Dokumen Adat. (2003). (Parno Ninik Mamak) Desa Sungai Tutung. Sungai Tutung: Tidak Diterbitkan.

HN. (2019). Masyarakat Desa Sungai Tutung. Sungai Tutung: Wawancara.

Ja’qub, H. (1978). Etika Islam: Pokok-Pokok Kuliah Ilmu Akhlak. Jakarta: Publicita.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (2014). Tafsir Al-Qur’an Tematik. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1984). Qualitative Data Analysis (a Source book of New Methods). Beverly Hills: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhaimin, A. G. (2001). Islam dalam Bingkai Budaya Lokal Potret dari Cirebon. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Muhibah, S. (2020). Model Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Di Perguruan Tinggi: Studi Kasus Di Universitas Tirtayasa Banten. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 18(1), 54–69. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i1.683

Mursanto, R. B. R. (1993). Realitas Sosial Agama, dalam Tim Redaksi Driyarkara, Diskursus Kemasyarakatan dan Kebudayaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Muzayanah, U. (2017). Indeks Pendidikan Multikultural Dan Multicultural Education Index and Tolerance of Sma/K Students in Gunungkidul and Kulonprogo. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 15(2), 223–240. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v15i2.309

Nurasih, W., Rasidin, M., & Witro, D. (2020). Islam dan etika bermedia sosial bagi generasi milenial: Telaah surat al-’Asr. Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, 16(1), 149–178. https://doi.org/10.24239/al-mishbah.Vol16.Iss1.194

Patji, A. R. (2010). Etnisitas & Pandangan Hidup Komunitas Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: LIPI Press.

Perbayo. (2005). Desa Sungai Tutung. Sungai Tutung: Tidak Diterbitkan.

Purwaningsih, R. F., & Witro, D. (2020). Islam Nusantara in Slogan Bhinneka Tunggal Ika: Al-Quran Perspective. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 15(1), 1–11. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v15i1.3301

Sidqi, I., & Witro, D. (2020). Kedudukan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Perspektif Hukum Islam dan Nasional: Studi Implikasi Fatwa Terhadap Masyarakat. Nizham: Jurnal Studi Keislaman, 8(1), 20–31. https://doi.org/https://doi.org/10.32332/nizham.v8i01.2103

Sugiono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Syafri, U. A. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur’an. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Witro, D. (2018). Problematika hoax di media sosial: Telaah pesan tabayyun dalam surat al-Hujurat/49: 6. Proceedings of the 3rd BUAF (Borneo Undergraduate Academic Forum), 183–190. Kalimantan Tengah, Indonesia, 17-19 Oktober: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya.

Witro, D. (2019a). Peaceful campaign in election al-Hujurat verse 11 perspective. Alfuad:Jurnal Ilmu Sosial Keagamaan, 3(2), 15–24. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31958/jsk.v3i2.1796

Witro, D. (2019b). Praktek Jual Beli Parang dengan Cara Penumpukan untuk Meningkatkan Harga di Desa Koto Padang Perspektif Hukum Islam. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 17(1), 34–40. https://doi.org/10.32694/010710

Witro, D. (2020). Urgency rijalul posting in preventing hoax: Quranic perspective. Islamic Communication Journal, 5(1), 38–49. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21580/icj.2020.5.1.5451

Yanti, B. Z., & Witro, D. (2019). Self maturity and tasamuh as a resolution of religious conflicts. Intizar, 25(2), 87–94. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/intizar.v25i2.5608

Yanti, B. Z., & Witro, D. (2020). Islamic moderation as a resolution of different conflicts of religion. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 8(1), 446–457. https://doi.org/https://doi.org/10.36052/andragogi.v8i1.127

Yulisa, I., Yusuf, M., Witro, D., Putri, L. A., Rasidin, M., & Alamin, N. (2020). Arrangement and Dynamication of Family Law Updating in Indonesia. Al- ‘Adl, 13(2), 288–306. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31332/aladl.v13i2.1879

Yusuf, M. Z. (1993). Akhlak Tasawuf. Semarang: al-Husna.

Published
2021-06-29
Section
Articles