Religious Plurality in Dayak Bidayuh Lara Society (Portrait of Inter-Religious Harmony in Kendaie Lundu Village, Sarawak)

Pluralitas Agama pada Masyarakat Adat Dayak Bidayuh Lara (Potret Kerukunan Antar Umat Beragama di Kampung Kendaie Lundu, Sarawak)

  • Zakaria Efendi IAIN Pontianak
DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v44i1.428 | Abstract views: 180
PDF Downloads: 62
Keywords: pluralitas, suku Dayak, Bidayuh Lara, kerukunan umat beragama, toleransi

Abstract

This study investigates the phenomena of plurality among the Dayak Bidayuh Lara community in Kendaie Lundu Village, Sarawak. Apart from that, it also describes the social and religious activities of the indigenous people that maintain the concept of tolerance. This study used qualitative methods by conducting observations and by using a descriptive approach as a research instrument. The study found that 1) as an indigenous community, the indigenous Dayak Bidayuh lara community in Kendaie Lundu Village are aware of the plurality of life in their environment, so that in carrying out social and religious activities, they live not in boundaries that separate between majority and minority communities. 2) There are some people with different religions from one family and live in one house. So that this reflects the exoticism of religious plurality in the Dayak Bidayuh Lara community; 3) as a community that inhabits the interior and border areas, inter-national fraternities are closely intertwined, social relations between the people of Malaysia and Indonesia are still established today.

Makalah ini menggambarkan pluralias yang terjadi pada masyarakat Dayak Bidayuh Lara di Kampung Kendaie Lundu, Sarawak. Selain itu, makalah ini juga mendeskripsikan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat adat di sana yang menjunjung tinggi toleransi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi, pengamatan, dan dengan menggunakan pendekatan deskriptif sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian; 1) sebagai masyarakat adat, masyarakat adat Dayak Bidayuh Lara di Kampung Kendaie Lundu sadar akan pluralitas dalam kehidupan di lingkungannya, sehingga dalam melakukan aktivitas sosial dan keagamaan, tidak menimbulkan jarak dan batasan antara masyarakat mayoritas dan minoritas; 2) masih banyak dijumpai orang-orang dengan agama yang berbeda namun masih satu keluarga dan hidup dalam satu rumah, sehingga hal tersebut mencerminkan keeksotisan dalam kemajemukan beragama pada masyarakat Dayak Bidayuh lara di sana; 3) sebagai masyarakat yang mendiami wilayah pedalaman dan perbatasan, persaudaraan serumpun lintas negara terjalin dengan erat, hubungan sosial masyarakat di Malaysia dan Indonesia masih terjalin sampai sekarang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amilda. (2011). Menjadi Melayu yang Islam: Sebuah Politik Identitas Etnis Minoritas dalam, Menghadapi Dominasi Negara dan Etnis Mayoritas. Annual Conference on Islamic Studies: Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. IAIN Raden Fatah Palembang

Bakar, A. (2015). Konsep Toleransi Dan Kebebasan Beragama. Media Komunikasi Umat Beragama. Vol.7, No. 2.

Efendi, Z. (2017). Penyiaran Islam di Perbatasan “Badau” Indonesia-Malaysia. Panangkaran.

Elizabeth K. Nottingham. (1992). Agama dan Masyarakat. Jakarta : Rajawali Press

Ghazali, A. M. (2009). Argumen Pluralisme Agama: Membangun Toleransi Berbasis Al-Qur’an. Depok: Kata Kita

Liliweri, A. (2009). PRASANGKA & KONFLIK, Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: PT LKiS Printing Cermelang.

Lotaan, J.U. (1975). Sejarah Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat. Jakarta: Bumi Restu.

M.Tuwah, Subardi, DKK. (2001). Islam Humanis. Jakarta : PT. Moyo Segoro Agung

Margono. (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan. Semarang: Rineke Cipta.

Moleong, L. J. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Permatasari, I. A. (2014). Politik Identitas Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia: Kasus Badau di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kawistara. Vol.4, No. 3.

Prasojo, Z. H. (2009). The Muslim Dayak Katab Kebahan of Melawi district, West Borneo, globalization, religion, and ethnicity in indigenous community identity. The 4th Asian Graduate Forum. Singapore: ARI-NUS.

Prasojo, Z. H. (2013). Dinamika Masyarakat Lokal di Perbatasan. Jurnal Walisongo. Vol 21. No 2.

Rufinus, A. (2000). Dayak Islam di Kalimantan Barat, fenomena dan implikasi keberadaannya. Dayak Islam di Kalimantan Barat: Sebuah Kolokium Dayak Islam di Kalimantan Barat. Pontianak: STAIN Pontianak Press.

Schuon, F. (1987). Mencari Titik Temu Agama- Agama. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Shihab, A. (1999). Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama. (Bandung: Mizan).

Sukmadinata. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

https://postcode.my/sarawak-lundu-kampung-kendaie-94500.html (diakses 2020).

Data penduduk Kampung Kendaie 2017

Published
2021-06-29
Section
Articles