Marriage and Religion: Dynamics of Religious Conversion in Marriage and The Advancement of Community Religious Life Perspective of Religious Psychology and Sociology (Study in Lumajang Regency)

Marriage and Religion: Dinamika Konversi Agama dalam Perkawinan dan Kemajuan Kehidupan Keagamaan Masyarakat Perspektif Psikologi dan Sosiologi Agama (Studi di Kabupaten Lumajang)

DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v44i1.422 | Abstract views: 789
PDF Downloads: 83
Keywords: konversi agama, perkawinan, psikologi, sosiologi

Abstract

This study analyzes how and why interfaith couples tend to return to their religions after marriage. The results showed that the choice of interfaith couples to embrace their partner’s religion at the time of marriage is necessary, because they saw that their new religion provides attractive rewards (marriage). The discovery of the converters who later reverted to their original religion indicated that the religious conversion was carried out for the purpose of marrying their partners only. There were three reasons for the conversion: a) A strong belief in the original religion so that it is difficult to completely convert to a new religion when getting married. b) Freedom of religious observance given by the spouses and the families becomes social support which makes the converters remain calm and confident about their actions. c) The surrounding environment is also the reason as to why conversion occurs; the religion of the majority of the surrounding community can also influence conversion to the original religion.

Penelitian ini akan menganalisis bagaimana dan apa alasan pasangan beda agama melakukan konversi agama kembali pasca perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan pilihan pasangan beda agama untuk memeluk agama pasangannya ketika menikah adalah sebuah keniscayaan, sebab mereka melihat agama baru yang dianut memberikan reward yang menarik (menikah). Ditemukannya pelaku konversi yang kemudian kembali menganut agama asal menandakan konversi agama yang dilakukan tidak sungguhan, hanya sebatas untuk dapat mengawini pasangannya. Ada tiga alasan tindakan konversi yang dilakukan informan penelitian: a) Kuatnya keimanan pada agama asal sehingga sulit untuk harus secara total melakukan konversi agama ketika melangsungkan perkawinan. b) Kebebasan dalam menganut agama yang diberikan oleh pasangan dan keluarga menjadi dukungan sosial yang menjadikan pelaku konversi tetap tenang dan percaya diri atas tindakannya. c) Lingkungan sekitar juga menjadi alasan pelaku konversi, agama mayoritas masyarakat sekitar juga dapat mempengaruhi tindakan konversi pada agama semula.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Muhammad Aminuddin Shofi, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Miftahul Ulum Lumajang

Staf Pengajar di Prodi Hukum Keluarga Islam Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Miftahul Ulum Lumajang, Jawa Timur

References

Agus. (2017). Analisis atas keabsahan perkawinan beda agama yang di langsungkan di luar negeri agus / d 101 10 348 abstrak. Jurnal Legal Opinion, 5(1), 1–17.

Amri, A. (2020). Perkawinan Beda Agama Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam. Media Syari’ah, 22(1), 48. https://doi.org/10.22373/jms.v22i1.6719

Bowen, P. D. (2009). Conversion to Islam in the United States/ : A Case Study in Denver , Colorado Bowen/ : Conversion to Islam IN Denver. Intermountain West Journal of Religious Studies, 1(1).

Boz, T. (2011). Religious Conversion , Models and Paradigms. Epiphany: Journal of Transdisciplinary Studies, 4(1).

Budiawan. (2020). New Media and Religious Conversion Out of Islam Among Celebrities in Indonesia. The Indonesian Journal of Southeast Asian Studies, 3(2), 189–199.

Dewi, D. R. C. (2017). Inconsistency Norm (Norma Hukum yang Tidak Konsisten) dalam Peraturan Perkawinan Beda Agama (Studi Undang- Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 Tentang Adminnistrasi Kependudukan). (Issue 1) [UIN Maulana Malik Ibrahim Malang].

Elizabeth, M. Z. (2013). Pola Penanganan Konflik Akibat Konversi Agama Di Kalangan Keluarga Cina Muslim. Walisongo, 21(1), 171–190. http://journal.walisongo.ac.id/index.php/walisongo/article/view/241/222

Fahriana, L., & Lufaefi, L. (2020). Konversi Agama Dalam Masyarakat Plural: Upaya Merekat Persaudaraan Antarumat Beragama Di Indonesia. Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 1(2), 209–222. https://doi.org/10.15408/ushuluna.v1i2.15331

Gooren, H. (2007). Reassessing Conventional Approaches to Conversion/ : Toward a New Synthesis. , Journal for the Scientific Study of Religion, 46(3), 337–353.

Hamali, S. (2012). Dampak Konversi Agama Terhadap Sikap Dan Tingkah Laku Keagamaan Individu. Al-Adyan, 7(2), 21–40. https://doi.org/10.24042/adyan.v7i2.503

Harun, S., Avicenna, M., & Atqa, M. (2012). Faktors That Influences Religious Conversion Among Muslim Splinter Groups In Indonesia. OIDA International Journal of Sustainable Development, 5(8).

Haryanto, S. (2015). Sosiologi Agama Dari Klasik Hingga Postmodern. In Yogyakarta: Ar-Ruzz Media (Vol. 1, Issue 1).

Hudriansyah, H. (2018). Konversi Agama Migran Toraja: Motivasi dan Implikasinya terhadap Hubungan Etnik-Religi Toraja di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, 2(1), 49–77. https://doi.org/10.21093/lentera.v2i1.1190

Ilahi, K., Rabain, J., & Sarifandi, S. (2017a). Konversi Agama: Kajian Teoritis dan Empiris terhadap Fenomena, Faktor, dan Dampak Sosial di Minangkabau. In Inteligensia Media Malang (Vol. 1).

Ilahi, K., Rabain, J., & Sarifandi, S. (2017b). Konversi Agama. In Kalimetro Inteligensia Media (I).

Islamiyati, I. (2017). Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No. 68/Puu/Xii/2014 Kaitannya Dengan Nikah Beda Agama Menurut Hukum Islam Di Indonesia. Al-Ahkam, 27(2), 157. https://doi.org/10.21580/ahkam.2017.27.2.1572

Laela, A., Rozana, K. I., & Mutiah, S. K. (2016). Fikih Perkawinan Beda Agama Sebagai Upaya Harmonisasi Agama: (Studi Perkawinan Beda Agama di Kota Jember). Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah Dan Studi Keagamaan, 4(1), 117. https://doi.org/ 10.21043/fikrah.v4i1.1627

Makalew, J. M. (2013). Akibat Hukum Dari Perkawinan Beda Agama di Indonesia. Lex Privatum, 1(2), 79–90.

Mandjarreki, S. (2019). Konversi Keyakinan (Studi Pada Lima Penganut Kepercayaa Tolotan Yang Berpindah Keyakinan Menjadi Muslim). Jurnalisa, 05(November 2019), 223–240.

Mazur, P., & Shinn, A. (2013). Introduction/ : Conversion Narratives in the Early Modern World. Journal of Early Modern History, 17(1), 427–436. https://doi.org/10.1163/1570065812342375

Moleong, L. J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1– 10.

Noor, A. (2020). Perubahan Kelekatan Emosional Pasca Konversi Di Kalangan Mualaf. Jurnal Penelitian Agama, 21(1), 36–48.

Ozyurek, E. (2018). A Review of Lewis R. Rambo and Charles E. Farhadian’s The Oxford Handbook of Religious Conversion. Pastoral Psychology, 67(2), 215–217. https://doi.org/10.1007/s11089-016-0714-4

Pontoh, Z., & Farid, M. (2015). Hubungan Antara Religiusitas dan Dukungan Sosial dengan Kebahagiaan Pelaku Konversi Agama. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 4(1), 100– 110. https://doi.org/10.30996/persona.v4i1.495

Pradoko, A. M. S. (2017). Paradigma Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: UNY Press.

Pramadiningtyas, K. D. (2017). Keputusan Seorang Perempuan Melakukan Konversi Agama/ : Sebuah Analisis Konstruksionisme Sosial. Calyptra, 6(2), 1–12.

Pramono, M. F. (2017). Sosiologi Agama Dalam Konteks Indonesia. In UNIDA Gontor Press (Vol. 1, Issue 1).

Rahmawati, I., & Desiningrum, D. R. (2018). Pengalaman Menjadi Mualaf: Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis. Empati, 7(1), 92–105.

Rani Dwisaptini, J. L. S. (2008). Konversi Agama Dalam Kehidupan Pernikahan. Humaniora, 20(3), 327–339.

Respianto, R., & Herdiyanto, Y. K. (2016). Religious Coping Pada Individu Yang Melakukan Konversi Agama. Jurnal Psikologi Udayana, 3(2), 178–186. https://doi.org/10.24843/jpu.2016.v03.i02.p01

RI, M. A. (2011). Himpunan Peraturan Perundang- undangan yang Berkaitan Dengan Kompilasi Hukum Islam Serta Pengertian Dalam Pembahasannya. In Perpustakaan Nasional RI/ : Data Katalog Dalam Terbitan (Vol. 1, Issue 1). http://www.elsevier.com/locate/scp

Ridwan, S. (2017). Ketertarikan Terhadap Islam ( Studi Kasus Muallaf Yang Memeluk Islam Dalam Acara Dakwah Dr . Zakir Naik Di Makassar ). Sulesana, 11(1), 1–18. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sls/article/download/3543/3292%0A

Sijabat, R. S., & Taher, A. (2018). Pernikahan Antar Agama (Studi Fenomenologi Pada Konversi Agama Karena Menikah di Kecamatan Sidikalang, Sumatera Utara)”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah, 3(1).

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. In Bandung Alfabeta.

Sumbulah, U. (2013). Konversi dan Kerukunan Umat Beragama/ : Kajian

Published
2021-06-29
Section
Articles