From Debate to Dialogue: Authentic Interfaith Friendship from The Perspective of Christian Theology

Dari Debat ke Dialog: Persahabatan Antariman yang Autentik dari Perspektif Teologi Kristen

  • Yohanes Krismantyo Susanta Institut Agama Kristen Negeri Toraja
  • Febriani Upa Institut Agama Kristen Negeri Toraja
DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v44i1.408 | Abstract views: 113
PDF Downloads: 118
Keywords: dialog antariman, sang liyan, tipologi tripolar, teologi persahabatan

Abstract

This study is qualitative which employs literature reviews of materials discussing multifaith dialogues from the Christian perspectives. It believes that multifaith debate is already out-of-date and rather counterproductive. This study is to demonstrate the importance of dialogues among different faiths to foster interfaith brotherhood. It found that Christian theological attitudes towards other religions can be categorized into three major types known as tripolar typologies: exclusivism, inclusivism, and pluralism which was developed by Alan Race. This paper proposes an interfaith friendship dialogue based on mutual understanding as the essence of Christian existence. Truly authentic dialogue is only possible if it is established in friendly relationships between faiths.

Metode penelitian dalam tulisan ini ialah kualitatif. Secara khusus, penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan memanfaatkan sejumlah literatur yang mengulas tentang dialog antariman dan teori persahabatan dari perspektif Kristen. Perdebatan antaragama adalah sesuatu yang usang karena hanya akan semakin menumbuhkan benih-benih kebencian dan bersifat kontraproduktif. Signifikansi dari penelitian ini ialah guna memperlihatkan pentingnya dialog untuk menjembatani perbedaan dan memupuk persaudaraan antariman. Penelitian ini memperlihatkan bahwa sikap teologis Kristen terhadap agama lain dikelompokkan ke dalam tiga bagian besar yang dikenal dengan tipologi tripolar, yaitu eksklusivisme, inklusivisme, dan pluralisme. Teori tipologi tripolar ini dikembangkan oleh Alan Race. Tulisan ini juga menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan dialog yang melampaui tipologi tripolar tersebut. Tulisan ini mengusulkan dialog persahabatan antariman dengan dasar pemahaman bahwa dialog antariman merupakan hakikat keberadaan Kristen. Dialog yang benar-benar autentik hanya mungkin terjadi jika terbangun dalam relasi persahabatan antariman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aihiokhai, S. A. A. (2019). Fostering Interreligious Encounters in Pluralist Societies. Cham: Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-17805-5

Aijudin, A. (2017). Mengelola Pluralisme Melalui Dialog Antar Agama (Sebuah Tinjauan Teoritik). Jurnal SMaRT: Studi Masyarakat, Religi Dan Tradisi, 3(1), 119–124. https://doi.org/10.18784/smart.v3i1.493.g294

Appleby, R. S. (2000). The Ambivalence of the Sacred: Religion, Violence, and Reconciliation. Lanham, Boulder, New York, and Oxford: Rowman & Littlefield Publishers.

Banawiratma, J. B., & Bagir, Z. A. (2010). Dialog Antarumat Beragama. Jakarta: Mizan.

Bennett, C. (2008). Understanding Christian-Muslim Relations: Past and Present. London: Continuum.

Fredericks, J. L. (1998). Interreligious Friendship: A New Theology Virtue. Journal of Ecumenical Studies, 35(2), 159–174.

Gianotti, T. J. (2015). Toward a Muslim Theology of Interreligious Friendship. In A. Goshen-Gottstein (Ed.), Friendship across Religion: Theological Perspective on Interreligious Friendship (pp. 77–95). Lanham, Boulder, New York, and London: Lexington Books.

Harmakaputera, H. A. (2014). Melepas Bingkai: Upaya Pencarian Jalan-jalan Lain yang Mengatasi Kebuntuan Model Pendekatan Tipologi Tripolar dalam Diskursus Teologi Agama-agama Kontemporer. Jakarta: Grafika Kreasindo.

Irfanullah, G., & Hasse, J. (2016). Dialog Sufistik: Membangun Relasi antar-Agama yang Konstruktif. Ilmu Ushuluddin, 3(1), 69–80. https://doi.org/10.15408/jiu.v3i1.4852

Kleden, P. B. (2013). Membongkar Berhala, Membangun Sikap BerAllah: Spiritualitas Terlibat dalam Konteks Pluralitas Agama. In Agama-agama dan Dialog Antar-Agama dalam Pandangan Kristen (pp. ix–xxx).

Küng, H. (2010). Kapasitas untuk Berdialog dan Keteguhan Iman Tidak Bertentangan. In Jalan Dialog Hans Küng dan Perspektif Muslim. Yogyakarta: CRCS UGM.

Magnis-Suseno, F. (2014). Iman dan Hati Nurani: Gereja Berhadapan dengan Tantangan-tantangan Zaman. Jakarta: Penerbit Obor.

Mulia, M. (2013). Melawan Kekerasan atas Nama Agama. In J. Campbell-Nelson, J. Mojau, & Z. J. Ngelow (Eds.), Teologi Politik: Panggilan Gereja di Bidang Politik Pascaorde Baru (pp. 165–194). Makassar: Oase INTIM.

Nazmudin. (2017). Kerukunan dan Toleransi Antar Umat Beragama dalam Membangun Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Journal of Goverment and Civil Society, 1(1), 23–39.

Nur Hidayati, M. T. H. D. (2019). PERAN KOMISI HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA GEREJA KATOLIK DALAM MEMBANGUN DIALOG. RELIGI JURNAL STUDI AGAMA-AGAMA, 14(2), 194. https://doi.org/10.14421/rejusta.2018.1402-03

Osborne, K. B. (2015). The Infinity of God dan a Finite World: A Fransiscan Approach. New York: St Bonaventure University.

Panda, H. P. (2013). Agama-agama dan Dialog Antar-Agama dalam Pandangan Kristen. Maumere: Ledalero.

Probo, B. (2015). Ketua STT Jakarta: Penginjilan Bukan Proyek Kristenisasi. Retrieved January 2, 2021, from Satu harapan website: http://www.satuharapan.com/read-detail/read/ketua-stt-jakarta-penginjilan-bukan-proyek-kristenisasi

Qurtuby, S. Al. (2020). Dekonstruksi Teks dan Transformasi Agama: Tribute Untuk John A. Titaley. Yogyakarta: Elsa Press.

Ronda, D. (2019). PERAN KEPEMIMPINAN KRISTEN MEMBANGUN DIALOG ANTAR UMAT UMAT BERAGAMA. Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik Dan Agama, 2(2), 1–7. https://doi.org/10.36972/jvow.v2i2.25

Samosir, L. (2010). Agama dengan Dua Wajah: Refleksi Teologis Atas Tradisi dalam Konteks. Jakarta: Penerbit Obor.

Sumartana, T. (2005). Mata Rantai dan Struktur-struktur Kekerasan di Indonesia. In E. Sitompul (Ed.), Agama-agama: Kekerasan dan Perdamaian (pp. 52–62). Jakarta: Bidang Marturia PGI.

Susanta, Y. K. (2018). “Menjadi Sesama Manusia” Persahabatan sebagai Tema Teologis dan Implikasinya Bagi Kehidupan Bergereja. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani. https://doi.org/10.30648/dun.v2i2.169

Viktorahadi, R. F. bhanu. (2017). Aroma Toleransi dalam Sumpah Abraham Demi El Elyon. Wacana Biblika, 17(2), 51–59.

Volf, M., & McAnnally-Linz, R. (2015). A Christian Perspective on Interreligious Friendship. In A. Goshen-Gottstein (Ed.), Friendship across Religion: Theological Perspective on Interreligious Friendship (pp. 45–67). Lanham, Boulder, New York, and London: Lexington Books.

Published
2021-06-29
Section
Articles