Tolerance Portraits in Kupang City Based on Dimensions of Perception, Attitude, Cooperation, and Government Role

Potret Toleransi di Kota Kupang Berdasarkan Dimensi Persepsi, Sikap, Kerjasama, dan Peran Pemerintah

  • Jefirstson Richset Riwukore
  • Fellyanus Habaora Institut Pertanian Bogor
  • Fakhry Zamzam
  • Tien Yustini
DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v44i1.404 | Abstract views: 45
PDF Downloads: 38
Keywords: toleransi, persepsi, sikap, kerjasama, peran pemerintah, konflik agama

Abstract

Humans were influenced by perceptions, attitudes, cooperation, and the government roles to portray indicators of religious tolerance. Therefore, this study was carried out between January and March 2020 to deeply analyze the dimensions of perception, attitude, cooperation, and the roles of the government, using a case study technique with a descriptive approach. The population of this study were 53 people representing religious figures, community leaders, government, and levels of society. A questionnaire was used containing statements based on Likert scale measurements. Data analysis was carried out in a narrative manner. The results showed that the portrait of the dimensions of perception, attitude, cooperation, and the role of the government supports religious tolerance in the City of Kupang. However, it found that a neutral attitude was shown when it was related to the attendance to the worship of other religions. Based on the dimension of cooperation, there were also people who showed a neutral attitude on the donations or social action for the followers of other religions, and a willingness to maintain a normative business that does not conflict with adherents of other religions.

Unsur manusia yang dipengaruhi oleh persepsi, sikap, kerjasama dan peran pemerintah merupakan indikator potret terhadap toleransi umat beragama. Untuk hal tersebut maka telah dilakukan penelitian sejak Januari-Maret 2020 tentang potret dimensi persepsi, sikap, kerjasama, dan peran pemerintah, menggunakan teknik studi kasus dengan pendekatan secara deskriptif. Populasi ataupun sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 orang sebagai representatif tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, pemerintahan, dan lapisan masyarakat. Metode survei menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan berbasis pengukuran skala Likert. Analisis data dilakukan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potret dimensi persepsi, sikap, kerjasama, dan peran pemerintah mendukung toleransi umat beragama di Kota Kupang. Meskipun demikian masih ada sikap umat beragama yang netral jika terkait dengan kesediaan berada di rumah ibadah pemeluk agama lain yang ada di sekitar tempat tinggal. Berdasarkan dimensi kerjasama, juga terdapat umat yang menunjukkan sikap netral terhadap kesediaan memberikan sumbangan atau aksi sosial kepada pemeluk agama lain, dan kesediaan untuk menjaga normatif usaha yang tidak bertentangan dengan pemeluk agama lain.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abas. M, Khattak. S.B, Akhtar. R, Ahmad.I, Misbah Ullah, H. I. U. (2016). Identification of factors affecting cost performance of construction projects Technical Journal, University of Engineering and Technology (UET) Taxila, Pakistan, 21(1), 72–78.

Ahmad Fauzi. (2016). Pakaian Wanita Muslimah Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1), 41–58. http://ejournal.alqolam.ac.id/index.php/iqtishodia/article/download/56/61

Ajahari, A. (2018). Aktualisasi Kerukunan Masyarakat Beda Agama di Kelurahan Pager Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya. Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 14(2), 72. https://doi.org/10.23971/jsam.v14i2.936

As’ad, M. (2018). Kehidupan Keagamaan Dan Budaya Mas Yarakat Dikota Jayapura Provinsi Papua. Al-Qalam, 13(2), 85. https://doi.org/10.31969/alq.v13i2.566

Choli, I. (2018). Perkembangan Jiwa Keagamaan Pada Usia Lanjut. Ix(1), 97–109.

Daeli, D. O., & Zaluchu, S. E. (2019). Analisis Fenomenologi Deskriptif terhadap Panggilan Iman Kristen untuk Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia. SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan, 12(2), 44–50. https://doi.org/10.36588/sundermann.v1i1.27

Darmawati H, & Abdullah, T. (2016). Respon Siswa Madrasah Aliayah Terhadap Radikalisme Di Makasar. Sulesana, 10(01), 19–48.

Hafidzi, A. (2019). Konsep Toleransi Dan Kematangan Agama Dalam Konflik Beragama Di Masyarakat Indonesia. Potret Pemikiran, 23(2), 51. https://doi.org/10.30984/pp.v23i2.1003

Hapsin, A. (2014). Urgensi Regulasi Penyelesaian Konflik Umat Beragama: Perspektif Tokoh Lintas Agama. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 22(2), 351–380. http://journal.walisongo.ac.id/index.php/walisongo/article/view/270

Hermawati, R., Paskarina, C., & Runiawati, N. (2017). Toleransi Antar Umat Beragama di Kota Bandung. Umbara, 1(2). https://doi.org/10.24198/umbara.v1i2.10341

Hidayat, S. (2014). SACRED SCIENCE vs. SECULAR SCIENCE: Carut Marut Hubungan Agama dan Sains. Kalam, 8(1), 87. https://doi.org/10.24042/klm.v8i1.169

Hutapea, B. (2011). Dalam Perkawinan Berbeda Agama ( the Dynamics of Marital Adjustment in the Interfaith Marriage ). Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 16(1), 101–118.

Kasselstrand, I. (2018). Religious Indifference: New Perspectives from Studies on Secularization and Nonreligion. Journal of Contemporary Religion, 33(1), 139–140. https://doi.org/10.1080/13537903.2018.1408299

Maulidah, R. (2014). Toleransi Umat Muslim terhadap Keberadaan Gereja pantekosa di Surabaya. Religio : Jurnal Studi Agama-Agama, Vol. 4, 2(September 2014), 195–217.

Mibtadin, M., & Hedi, F. (2020). Masjid, Khutbah Jumat, dan Konstruksi Realitas Keagamaan di Ruang Publik: Studi tentang Materi Khutbah Jumat di Masjid-Masjid Kota Surakarta. Jurnal Ilmu Dakwah, 40(1), 40–53. https://doi.org/10.21580/jid.v40.1.5297

Mukzizatin, S. (2019). Relasi Harmonis Antar Umat Beragama dalam Al-Qur’an. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan, 7(1), 161–180. https://doi.org/10.36052/andragogi.v7i1.75

Nasution, A. G. J. (2017). Pendidikan Islam dalam Catatan Sejarah. http://repository.uinsu.ac.id/5581/1/Buku SPI.pdf

Nisvilyah, L. (2010). Toleransi antarumat Beragama Toleransi Antarumat Beragama Dalam Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa ( Studi Kasus Umat Islam Dan Kristen Dusun Segaran Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto ) Lely Nisvilyah ( PPKn , FIS , UNESA ) lelynisvilyah@yahoo. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan No. 1, Vol. 2.

Parera, M. M. A. E., & Marzuki, M. (2020). Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Membangun Kerukunan Umat Beragamadi Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 38. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n1.p38-47.2020

Putra, P. A., & Yuliando, H. (2015). Soilless Culture System to Support Water Use Efficiency and Product Quality: A Review. Agriculture and Agricultural Science Procedia, 3, 283–288. https://doi.org/10.1016/j.aaspro.2015.01.054

Rahmawati Zulfiningrum1, Akbar Nuur Purnawa DW2, E. W. (2020). Menuju Dialog Deliberatif Resolusi Konflik: Sebuah Studi Komunikasi Antarbudaya Di Kampung Adat JalaswatU. Jurnal Audience, Jurnal Ilmu Komunikasi, 03, 79–98.

Rais, M., & Makassar, A. (2012). Indeks Kerukunan Antarumat Beragama di Kalimantan Timur. 19, 189–200.

Rejeki Waluyajati, R. S., & Farida, L. U. (2018). Pola Interaksi Sosial Keagamaan Antara Penganut Agama Islam Dan Kristen Advent (Studi Kasus di Desa Cihanjuang Rahayu Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat). Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 2(2), 84–91. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v2i2.3097

Richset Riwukore, J., Susanto, Y., Walyusman, W., Riance, A., Zubaidah, R. A., & Habaora, F. (2021). Analysis of Employee Performance Based on Competence and Work Climate in Lubuklinggau Barat I District at Indonesia. The Journal of Social Sciences Research, 7(71), 7–14. https://doi.org/10.32861/jssr.71.7.14

Salim, D. P. (2017). Kerukunan Umat Beragama Vs Kebebasan Beragama Di Indonesia. Potret Pemikiran, 21(2). https://doi.org/10.30984/pp.v21i2.741

Saprillah, S. (2016). Mengukur Indeks Kerukunan Antar Umat Beragama Di Kabupaten Konawe Selatan. Al-Qalam, 20(2), 269. https://doi.org/10.31969/alq.v20i2.196

Sodli, O. A. (2009). P Enelitian K Erukunan U Mat B Eragama Di P Rovinsi N Usa Tenggara Timur ( NTT ). XVI(01), 64–73.

Suryana, T. (2011). Konsep dan aktualisasi kerukunan antar umat beragama. Pendidikan Agama Islam -Ta’lim, 9(2), 127–136.

Tule, P. (2014). Religious Conflicts and a Culture of Tolerance: Paving the Way for Reconciliation in Indonesia. Antropologi Indonesia, 0(63), 1–4. https://doi.org/10.7454/ai.v0i63.3404

Published
2021-06-29
Section
Articles