Student Care Patterns in Integrated Islamic Boarding School Bina Amal Semarang

Pola Asuh Peserta Didik pada Sekolah Menengah Islam Terpadu (SMIT) Bina Amal Semarang

  • Aji Sofanudin Balai Litbang Agama Semarang
  • Rahmawati Prihastuty Universitas Negeri Semarang
  • Hamidulloh Ibda IAINU Temanggung
DOI: https://doi.org/10.47655/dialog.v44i1.392 | Abstract views: 313
PDF Downloads: 48
Keywords: Bina Amal, demokratis, pola asuh, santri

Abstract

This research aims to determine caring patterns for student in an integrated Islamic boarding school (SMIT) Bina Amal Semarang. Teacher act as parents in this caring activity to conduct supervision, guidance, discipline, giving reward and punishment. SMIT Bina Amal Semarang is an integrated boarding Islamic school which consists of junior and senior high schools. By using qualitative approach, the research found that caring patterns at these schools were developed in a democratic pattern of pesantren model. All students of the schools were automatically deemed as “santri”(students) of the “pesantren” Bina Amal. Supervision, guidance, discipline, reward and punishment implemented at the Bina Amal Semarang schools were carried out by caregivers along with a clear organizational management consisting of three coordinators: Islamic culture and discipline coordinator, tahsin tahfiz coordinator, and academic coordinator. The rules were strictly enforced through student management guidelines that contain academic guidelines and dormitory rules. Learning system was integrated between school and dormitory programmes.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh peserta didik Sekolah Menengah Islam Terpadu (SMIT) Bina Amal Semarang. Pola asuh merupakan cara guru sebagai orang tua dalam melakukan pengawasan, bimbingan, disiplin, pemberian hadiah dan hukuman yang diterapkan kepada peserta didik. SMIT Bina Amal Semarang merupakan Sekolah Islam Terpadu yang dikelola dengan sistem asrama (boarding school) terdiri atas jenjang SMP dan SMA. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif temuan penelitian menunjukkan bahwa pola asuh peserta didik pada SMIT Bina Amal Semarang menerapkan pola demokratis model pesantren. Seluruh peserta didik SMIT Bina Amal otomatis adalah “santri” pada “pesantren” Bina Amal. Pengawasan, bimbingan, disiplin, pemberian hadiah dan hukuman yang diterapkan di Bina Amal Semarang dilakukan oleh pengasuh beserta organ struktur organisasi yang jelas: korbid budaya Islami dan kedisiplinan, korbid tahsin tahfiz, dan korbid akademik. Aturan diterapkan secara ketat melalui pedoman pengelolaan peserta didik yang berisi pedoman akademik dan tata kehidupan asrama. Pembelajaran peserta didik terintegrasi antara kegiatan pembelajaran sekolah dan kegiatan santri di asrama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad Dudin, M. (2020). Sistem Pengasuhan Santri pada Pesantren Darul Muttaqin Parung Bogor. Penamas, 33, 153–174.

Adawiah, R. (2017). pola asuh orang tua dan implikasinya Terhadap Pendidikan Anak. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan.

Afiati, N. S. (2018). Kualitas Kehidupan Sekolah dan Disiplin pada Santri Asrama Pondok Pesantren. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi. https://doi.org/10.26486/psikologi.v20i1.630

Ali, K. M., Imtihana, A., Ismail, F., & Zaini, H. (2018). Penerapan Pola Asuh terhadap Santri di Pondok Pesantren Al-Amalul Khair Palembang. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam. https://doi.org/10.19109/tadrib.v3i2.1797

Dhofier, Z. (1994). Tradisi Pesantren, cet. VI, Jakarta: LP3ES.

Fitriyani, L. (2015). Peran pola asuh orang tua dalam mengembangkan kecerdasan emosi anak. Lentera. https://doi.org/https://doi.org/10.21093/lj.v17i1.431

Ibda, H. (2019). Mengkaji Fenomena Mahasantri. Alif.Id. https://alif.id/read/hamidulloh-ibda/mengkaji-fenomena-mahasantri-b219057p/

Lestari, S. (2014). Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Journal of Chemical Information and Modeling. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Muallifah. (2009). Psycho Islamic Smart Parenting. In Yogyakarta: DIVA Press.

Padjrin, P. (2016). Pola Asuh Anak dalam Perspektif Pendidikan Islam. INTELEKTUALITA. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v5i1.720

Sardiman. (2007). Doc 16. In Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.

Shochib, M. (1997). Penghampiran Masalah Pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan. https://doi.org/10.17977/JIP.V4I2.1089

Sofanudin, A. (2012). Minat Masyarakat terhadap Model Penidikan Madrasah di Magelang dan Demak. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan. https://doi.org/10.32729/edukasi.v10i3.170

Sofanudin, A. (2019a). Best Practice Implementasi Kurikulum pada Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi). https://doi.org/10.18784/smart.v5i1.744

Sofanudin, A. (2019b). Curriculum Typology of Islamic Religion Education in Integrated Islamic School (SIT). EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan. https://doi.org/10.32729/edukasi.v17i1.563

Sofanudin, A. (2021). Kuttab itu Pesantren? Tribun Jateng. Retrieved from https://jateng.tribunnews.co/2021/05/05/opini-kuttab-itu-pesantren#:~:text=Kuttab adalah pesantren tanpa asrama,Islamiyah (KMI) pada Gontor.

Sofanudin, A. dkk. (2019c). Kuttab Diawasi atau Diadopsi. Semarang.

Steenbrink, K. A. (1986). Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dalam Kurun Moderen. Jakarta: LP3ES.

Suyatno. (2013). Sekolah Islam Terpadu; Filsafat, Ideologi, dan Tren Baru.

Published
2021-06-29
Section
Articles