https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/issue/feed Dialog 2020-02-17T08:49:06+00:00 Abas Al-Jauhari, M.Si. sisinfobalitbangdiklat@kemenag.go.id Open Journal Systems <p><strong>Dialog</strong></p> <p><strong>Jurnal Penelitian dan Kajian Keagamaan</strong></p> <p>DIALOG (ISSN: 0126-396x) is a periodical scientific journal which managed by Secretary of The Research and Development &amp; Educational Training Agency - Ministry of Religious Affairs. This journal first published in 1976. But then, it was officially changed in to an electronic journal in 2018. It is published twice in a year (June and December).</p> <p>DIALOG accepts research based papers, literature reviews, case studies, or any scientific articles that relate to socio-politico-religious issues and related topics. Each paper is peer reviewed by at least two reviewers. This journal allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and to use them for any other lawful purposes.</p> <p>DIALOG has become a CrossRef Member since the year 2019. Therefore, all articles published by DIALOG will have unique DOI number.</p> <p>DIALOG has been indexed in Google Scholar.</p> https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/339 Kata Pengantar 2020-02-17T08:49:05+00:00 Abas Al-Jauhari abasaljauhari@gmail.com 2020-02-17T08:47:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/328 DEMOKRATISASI PARTISIPASI PUBLIK DALAM PEMELIHARAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA 2020-02-17T08:49:05+00:00 Akmal Salim Ruhana akmalsalimruhana@gmail.com <p>Publik telah banyak berpartisipasi dalam upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama di Indonesia yang menjadi isu kebijakan publik. Partisipasi publik itu beragam jenis dan tingkat kontribusinya, mulai dari sekadar diundang, terlibat hingga inisiatif mengerjakan sendiri suatu isu publik. Pertanyaannya, sejauhmana kualitas partisipasi publik telah dilakukan? Dengan menggunakan kerangka teori partisipasi publik, penelitian kualitatif dengan deskriptif-analitik ini menunjukkan bahwa partisipasi kolaboratif dan pemberdayaan lebih sejalan dengan upaya demokratisasi kehidupan publik. Penelitian ini mendorong partisipasi publik yang lebih luas dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama.</p> 2020-02-17T08:35:39+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/329 Sejarah Advokasi Pluralisme Agama: Studi Kasus Advokasi Agama Leluhur di Indonesia 2020-02-17T08:49:05+00:00 Husni Mubarok husni@paramadina-pusad.or.id <p>November 2017, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi para penghayat agama leluhur atas pasal 61 ayat 1 dan pasal 64 ayat 1 Undang-Undang Administrasi dan Kependudukan (Adminduk) 2013. Putusan MK di atas merupakan tonggak penting advokasi pluralisme agama di Indonesia. Bagaimana rute dan jalan advokasi terhadap ragam agama, dalam konteks ini penghayat agama leluhur dalam sejarahnya? Menggunakan metode penelitian kualitatif, tulisan ini mengajukan argumen bahwa penghayat kepercayaan sejak kemerdekaan telah terbiasa mengadvokasi diri sendiri untuk memperjuangkan nasib komunitasnya di hadapan berbagai rezim. Peran aktivis LSM dan akademisi lebih sebagai sistem pendukung atas keputusan komunitas penghayat agama leluhur dalam menghadapi perubahan struktur politik dan politik agama sejak kemerdekaan hingga era reformasi.</p> 2020-02-17T08:36:13+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/330 Evaluasi Program 5000 Doktor Kementerian Agama RI di Sekolah Pascasarjana UPI Bandung 2020-02-17T08:49:05+00:00 Suprapto Suprapto supraptolitbang@gmail.com <p>Program 5000 doktor Kementerian Agama RI bertujuan meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada Kementerian Agama secara umum dan SDM pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam secara khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pada Program Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Hasil penelitian menunjukkan seluruh mahasiswa penerima beasiswa di SPs UPI merupakan beasiswa penuh (<em>full scholarship</em>), masih terjadi ketidaksesuaian antara peraturan dengan pelaksanaan di lapangan. Pada SK No. 226 Tahun 2015 tentang pedoman pemberian beasiswa untuk calon dosen, dosen, dan tenaga kependidikan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada bab iii tercantum biaya penulisan disertasi, batas waktu pemberian beasiswa, dan pada bab iv poin b beasiswa program doktor diberikan pada waktu 8 semester atau 4 tahun dan diperpanjang 1 tahun. Namun, dalam kenyataan di lapangan mahasiswa hanya diberikan uang semester dan biaya hidup saja tidak pembiayaan untuk pembelian buku, penulisan disertasi, publikasi (jurnal internasional), dan transport bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota. Dan pemberian beasiswa hanya 6 semester. Jumlah beasiswa yang diterima mahasiswa belum memadai karena belum termasuk biaya pembelian buku, riset, penyusunan disertasi, kursus Toefl, publikasi (jurnal internasional), dan transport domisili. Dijanjikan oleh pengelola program bagi mahasiswa yang memiliki IPK terbaik tiga orang dalam setiap angkatan dapat mengikuti program <em>sandwich</em> kenyataannya tidak ada tindak lanjut. Direkomendasikan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam tidak membatasi program beasiswa pada prodi-prodi tertentu akan tetapi didasarkan kepada kebutuhan prodi dari masing masing PTKI. Perlu penambahan nominal beasiswa untuk biaya pembelian buku, riset, penyusunan disertasi, kursus Toefl, transport domisili, dan publikasi (jurnal internasional). Perlu perpanjangan beasiswa dari 6 (enam) semester menjadi 8 (delapan) semester. Perlu direalisasikan program <em>sandwich </em>bagi mahasiswa penerima beasiswa yang berprestasi.</p> 2020-02-17T08:36:40+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/331 Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat: Habitus, Modal, Dan Arena 2020-02-17T08:49:05+00:00 Azaki Khoirudin azakikhoirudin@gmail.com <p>Artikel ini akan mengulas paradigma dari praktik gerakan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Dengan menggunakan pendekatan teori praktik sosial Pierre Bourdieu, studi kualitatif ini akan mengemukakan beberapa hal: <em>pertama,</em> apa yang mendorong lahirnya gerakan pemberdayaan masyarakat dalam Muhammadiyah. <em>Kedua,</em> bagaimana model praksis pemberdayaan masyarakat ini dilakukan Muhammadiyah. Penelitian ini menemukan bahwa praksis pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah didorong oleh teologi Alma’un (ajaran) pendiri gerakan ini yaitu KH. Ahmad Dahlan, yang direinterpretasi oleh Moeslim Abdurrahman menjadi “Islam Transformatif” sebagai paradigm Islam yang memihak kepada kaum lemah. Teologi sosial ini kemudian melahirkan praksisme sosial yang dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) untuk menggempur kemiskinan gaya baru di abad ke-21.</p> 2020-02-17T08:37:10+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/332 INDEKS LAYANAN KEDIKLATAN BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MEDAN 2020-02-17T08:49:05+00:00 Sri Rayani Tanjung sri_rayani@kemenag.go.id <p>Tulisan ini diangkat dari hasil survei untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat dalam hal ini peserta diklat terhadap kinerja unit pelayanan publik Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan dan untuk mendapatkan informasi tentang indeks layanan kediklatan dari pengguna layanan di BDK Medan sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas layanan secara berkesinambungan. Responden pada Survei ini adalah peserta diklat yang telah menerima pelayanan/alumni diklat BDK Medan dari Tahun 2016-2018 dan dipilih sesuai dengan pemetaan yang dilakukan berdasarkan teknik <em>cluster random s</em><em>ampling. </em>Secara teknis penyampaian kuesioner dilakukan dengan menyurati stakeholder BDK Medan dan menyepakati pertemuan tersebut di Aula Hotel/Rumah Makan dalam pengisian kuesioner. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa seluruh unsur pelayanan publik BDK Medan dalam kategori “BAIK”, dengan nilai Indeks Layanan Kediklatan BDK Medan sebesar 86,17 yang berada pada interval (76,61-88,30). Hal ini menyatakan bahwa secara mutu aspek-aspek pelayanan publik BDK Medan dalam kategori “BAIK” namun perlu dioptimalkan dengan mencari metode pelayanan yang paling efektif dan efesien sehingga pelayanan terhadap peserta diklat lebih baik lagi. Indeks ini mengalami peningkatan dari Survei IKM Periode I pada Bulan Mei Tahun 2018 sebesar 83,46.</p> 2020-02-17T08:37:35+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/333 KUALITAS LAYANAN PESERTA DENGAN METODE SERVQUAL DAN ZONE OF TOLERANCE DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEMARANG 2020-02-17T08:49:06+00:00 Riskha Nur Fitriyah riskhafitriyah@gmail.com <p>Kepuasan peserta diklat dapat dicapai dengan memberikan kualitas pelayanan yang baik. Oleh karena itu, BDK Semarang sebagai penyedia jasa layanan diklat harus berfokus pada kepuasan peserta diklat sebagai konsumen. Kinerja pelayanan yang baik serta pemenuhan harapan peserta diklat akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan peserta diklat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan antara kenyataan dan harapan para peserta diklat atas pelayanan dari penyelenggara diklat dan menganalisis kualitas pelayanan diklat yang diberikan oleh penyelenggara diklat dengan metode Servqual dan&nbsp; Zone Of Tolerance. Berdasarkan nilai dengan metode Servqual, diperoleh bahwa kualitas layanan panitia penyelenggara diklat masih belum bisa memuaskan peserta diklat sebagai pelanggan. Sedangkan nilai dengan metode ZOT (zone of tolerance) didapatkan bahwa dari 15 atribut pelayanan dari panitia penyelenggara diklat, terdapat 9 atribut pelayanan yang masih bisa ditoleransi oleh peserta diklat. Enam atribut lainnya tidak dapat ditoleransi oleh peserta diklat sebagai pelanggan dan harus segera dilakukan perbaikan.</p> 2020-02-17T08:40:16+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/334 EVALUASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL (PDF) PESANTREN DARUSSALAM CIAMIS JAWA BARAT 2020-02-17T08:49:06+00:00 Achmad Dudin achmad.dudin@gmail.com <p>Tulisan ini merupakan hasil penelitian penulis tahun 2019. Latar belakang penelitian ini adalah adanya persoalan mutu Pendidikan Diniyah Formal (PDF) yang strategis untuk diperhatikan demi efektifitas penyelenggaraan PDF ke depan. Penelitian ini mengambil kasus pada PDF tingkat Ulya Ciamis Jawa Barat. Data dan informasi yang diperoleh melalui penelitian kualitatif ini, merupakan hasil&nbsp; pikiran para ustadz, pengasuh, pengelola, pakar dan pejabat terkait serta analisis terhadap penyelenggaraan PDF di pesantren. Dari hasil penelitian ini disarankan beberapa hal, yaitu; perlunya meningkatkan kompetensi pendidik PDF; merumuskan ulang kurikulum PDF jenjang ulya dan Mahad Aly, yang bukan merujuk pada kompetensi tapi langsung pada kitab; penganggaran sarana sarana prasarana dan pembiayaan PDF yang memadai; penyiapan perencanaan pembelajaran dan pengelolaan proses pembelajaran PDF secara professional. Dari saran tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan seminar, orientasi, pelatihan dan workshop yang dilakukan oleh Kementerian Agama maupun pihak PDF itu sendiri.</p> 2020-02-17T08:42:04+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/335 MEMBACA FENOMENA BARU GERAKAN SALAFI DI SOLO 2020-02-17T08:49:06+00:00 Abdul Jamil Wahab ajamilwahab@gmail.com <p>Salafi merupakan paham dan gerakan yang bersifat transnasional, yaitu terkoneksi dengan dinamika paham keagamaan di Timur Tengah. Melalui penelitian dengan pendekatan kualitatif, artikel ini mendeskripsikan eksistensi kelompok tiga jenis Salafi yang berkembang di Solo yaitu, <em>pertama,</em> Salafi Puritanis yaitu Ma’had Imam Bukhari. <em>Kedua</em>, Salafi Haraki yaitu Pesantren Al-Mukmin Ngeruki dan Ma’had ‘Isy Karima. <em>Ketiga</em>, Salafi Jihadis yaitu Jamaah Anshoru Tauhid (JAT) dan beberapa jaringan radikal di Solo. Dakwah eksklusif yang dikembangkan kelompok Salafi Puritanis, menimbulkan konflik horizontal karena meresahkan masyarakat. Sementara Salafi Haraki dan Jihadis yang mengusung gagasan pendirian negara Islam dan penerapat syariat Islam secara formal, menimbulkan konflik vertikal dengan penguasa. Kajian ini berhasil menemukan fenomena baru, bahwa dakwah Salafi Puritanis dapat terus berkembang di beberapa tempat, ini menunjukkan Salafi Puritanis dapat berkoeksistensi dengan paham keagamaan lainnya di masyarakat. Selain itu, Salafi Puritanis juga ternyata mulai membuka diri terhadap beberapa program pemerintah. Sedangkan Salafi Haraki dan Jihadis masih menunjukkan sikap penolakannya terhadap dasar negara dan konstitusi, sehingga terus berhadapan dengan penegak hukum atau pemerintah. Kelompok Salafi Haraki dan Jihadis belum mengalami perubahan orientasi, bahkan berhasil melakukan regenerasi, fakta ini sekaligus menunjukkan penanggulangan radikalisme yang selama ini dilakukan pemerintah kurang efektif.</p> 2020-02-17T08:42:39+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/336 KRITIK NALAR INTEGRASI KEILMUAN PADA KARYA DISERTASI MAHASISWA BERLATAR BELAKANG NON-AGAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) 2020-02-17T08:49:06+00:00 Mu'min Roup mumin.roup@gmail.com Muhammad Shodiq mshodiq@sadra.ac.id Mauidlotun Nisa' mauilotun.nisa@uinjkt.ac.id Fitriyani Fitriyani fitriyani@uinjkt.ac.id <p>Penelitian ini mencoba membuat kajian kritis nalar integrasi keilmuan karya disertasi mahasiswa lulusan S1 dan S2 Prodi umum di PTU maupun PTKI yang melanjutkan studi doktoralnya di Pengkajian Islam di PTKIN. Hal ini menjadi penting dikaji sebab pengkajian Islam tidak bisa dilakukan hanya pada tataran labelisasi Islam, namun harus dikaji secara mendalam dan membutuhkan waktu panjang.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan kuantifikasi data yang berbasis penelitian kepustakaan dan lapangan. Artinya, penelitian ini meski merupakan <em>library research, </em>namun secara praktis termasuk penelitian lapangan karena objek penelitiannya adalah disertasi mahasiswa non-Agama di 6 UIN yang ada di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kritis Haught dan Golshani. Haught dengan teologi evolusinya yang ilmu pengetahuan yang berbasis teori evolusi dapat diintegrasikan teologi yang berbasi keimanan, sedangkan Golshani lebih menempatkan agama sebagai entitas yang telah baku. Baginya, eksisetensi sains sangat bergantung pada kerangka metafisis saintis yang berakar pada nilai keislaman. Kedua teori ini akan dipergunakan dalam membongkar nalar metodologi integrasi yang digunakan dalam penelitian disertasi tersebut.</p> 2020-02-17T08:44:28+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://jurnaldialog.kemenag.go.id/index.php/dialog/article/view/337 EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI KEDIKLATAN DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN DENPASAR 2020-02-17T08:49:06+00:00 Muhimatul Kibtiyah muhimatul.kibtiyah@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang efektivitas penerapan sistem informasi kediklatan (simdiklat) di balai diklat keagamaan Denpasar. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Balai Diklat Keagamaa Denpasar. Teknik penentuan sampel meggunakan purposive sampling. Jumlah sampel penelitian adalah 31 responden. Analisis yang digunakan adalah Partial Least Square PLS). Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Kualitas sistem tidak berpengaruh terhadap kegunaan aplikasi Simdiklat (2) Kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap kegunaan aplikasi Simdiklat (3) Dukungan manajemen puncak berpengaruh positif terhadap kegunaan aplikasi Simdiklat (4) Kualitas sistem tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna aplikasi Simdiklat (5) Kualitas informasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna aplikasi Simdiklat (6) Dukungan manajemen puncak tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna aplikasi Simdiklat (7) Kegunaan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna.</p> 2020-02-17T08:45:28+00:00 ##submission.copyrightStatement##